Renovasi rumah subsidi tidak boleh melanggar aturan. Cara renovasi rumah subsidi yang diperbolehkan, itu tertuang dalam keputusan Menteri PUPR Nomor 242/KPTS/M/2020. Singkatnya, memanfaatkan pekarangan kosong depan rumah untuk mendesain taman rumah subsidi, tidaklah melanggar peraturan tersebut, kendatipun masa aktif kredit belum mencapai 5 tahun.
Terkait mana yang boleh dan tidak dalam merenovasi rumah subsidi, dapat dilihat lebih lengkap dalam artikel ini: Cara Renovasi Rumah Subsidi yang Diperbolehkan.
Desain Taman Rumah Subsidi: 6 Hal Penting
Agar pemilik rumah subsidi segera bisa memanfaatkan lahan kosong depan rumah sebagai taman rumah, 6 hal penting desain taman rumah subsidi di bawah ini mesti dipertimbangkan.
Taman Minimalis, Paling Pas

Umumnya, lahan kosong rumah subsidi berada di depan rumah. Tepatnya, di samping area yang dipersiapkan sebagai carpot. Ukuran carpot dan lahan pekarangan kosong yang bersebelahan tersebut, memiliki ukuran yang sama. Rata-rata ukuran lahan kosong itu, panjang 4 m, dan lebar 3m. Atau, sekurang-kurangnya panjang 3 m, dan lebar 3 m. Ukuran tersebut sama dengan ukuran carpot-nya.
Dengan luasan semacam itu, pekarangan kosong depan rumah untuk dijadikan taman, lebih pas menerapkan desain taman rumah minimalis. Alasannya, karena desain taman minimalis lebih fokus pada softscaping (tanaman, ikan pada kolam), ketimbang elemen hardscaping-nya.
Jelasnya, konsep taman seukuran itu, akan dipenuhi dengan ragam tanaman hias, bukan ornamen dekoratif semacam gapura, gazebo, patung, air terjun buatan, air mancur, jembatan, batuan besar, dll. Pengecualian untuk ini, khusus pada lampu taman, stepping stone, dan kolam ikan saja, yang masih bisa diakomodir.
Jadi, ide desain taman rumah subsidi yang paling pas adalah menerapkan gaya taman minimalis. Lebih lengkap perihal taman minimalis, dapat dilihat pada artikel ini: Desain Taman Rumah Minimalis.
Penataan Sederhana dan Praktis
Kenapa bentuk taman minimalis paling pas untuk desain taman rumah subsidi? Selain alasan singkat di atas, karakteristik lain yang tak kalah penting sebagai alasannya, yaitu penataannya yang sederhana dan praktis.
Penataan sederhana artinya, tata letak tanaman pada taman rumah dapat mengikuti sebuah pola. Misalnya, tanaman ditempatkan sejajar secara vertikal (pada dinding yang berbatasan dengan tetangga), dan atau horizontal pada belakang dinding pagar. Bisa pula menggunakan pola persegi, sehingga terbentuk open space pada area tengah taman. Area open space tersebut bisa ditutupi dengan rumput-rumputan, dan bahkan sebuah kolam ikan. Kondisi layout demikian memang terkesan kaku dan formil. Tapi, apa yang terlihat kaku itu justeru rapi, teratur, praktis, dan bergaya.
Pola layout tanaman yang lain, yang biasa juga dipakai adalah pola oval. Ini mirip dengan pola persegi, dimana terciptanya ruang kosong di antara tanaman yang mengikuti alur pola.
Berkreasilah dengan pola tanam tersebut, atau ciptakan pola teratur anda sendiri. Ingat, kesederhanaan pola tersebut harus tampil teratur (seragam), dan praktis (mudah dilakukan, dan mudah nanti perawatannya).
Tanaman Rendah dan Sedang

Taman rumah subsidi itu terbatas. Namun, dengan penataan yang tepat mengikuti karakteristik taman minimalis, desain taman rumah subsidi bisa jadi taman estetik yang menawan.
Ciri lain dari penataan taman rumah minimalis, yakni penggunaan tanaman berkarakter rendah dan sedang (minimalist plants). Namun, penanaman setidaknya satu buah pohon masih bisa diakomodir, sebagai aksen taman, yang menciptakan visual variatif – sebuah pohon Kamboja, dan atau Cemara Kipas, bisa jadi pilihan untuk maksud itu.
Colorful, Bolehlah Sedikit
Pada gaya taman minimalis, warna tanaman umumnya dominan pada satu-dua warna, seperti hijau dan kuning. Namun, penambahan warna bunga yang lain, masih bisa ditoleransi. Ini pun dapat menjadi aksen, yang memberikan efek visual yang kaya.
Dalam hal tersebut, gaya taman minimalist ‘sedikit keluar’ dari pakem minimalist style yang konsisten pada pemakaian minimal warna, misalnya pada dinding dan perabotan ruang tamu minimalis.
Jadi, terkait warna tanaman hias pada desain taman rumah subsidi, tidak mesti terbatas pada satu-dua warna tanaman. Penambahan bunga hias berwarna kontras, dapat diakomodir sebagai aksen yang memikat. So, colorful, bolehlah sedikit.
Konsep Kontainer Berpadu Minimalis

Space taman yang terbatas pada desain taman rumah subsidi, membutuhkan kreativitas dan imajinasi, agar taman dapat tampil estetik, asri, dan memikat. Salah satu tips memaksimalkan taman ruang terbatas, yakni pemakaian sejumlah pot bunga. Nah, penggunaan pot bunga pada taman, merupakan konsep taman Kontainer.
Dengan demikian, gaya Container Garden berpadu dengan Minimalist Garden. Namun harus diperhatikan, pemakaian pot bunga haruslah proporsional. Sebab, jika semua tanaman tidak ditanam langsung ke tanah alias di-potkan semuanya, maka justeru dapat terbentuk kepadatan ruang. Apalagi, jika pot yang digunakan berukuran besar-besar.
Solusinya, kombinasikanlah ukuran pot nya; ada yang ukuran kecil, sedang, dan besar. Pilihlah tanaman hias yang sesuai dengan pot tersebut. Untuk sebuah pohon Kamboja misalnya, lebih ideal ditempatkan pada pot berukuran besar, minimal berdiameter 35 cm, dan maksimal 50 cm. Ini untuk jangka panjang. Sebab, pohon tersebut membutuhkan media tanam yang lebih besar untuk mendapatkan bentuk maksimal pohonnya kelak.
Minimalis Hardscaping
Hal penting terakhir menyangkut desain taman rumah subsidi, yaitu pada minimalisnya hardscaping. Sebagaimana yang sudah disinggung di atas, fokus utama taman minimalis itu pada softscaping-nya. Ini lantaran, memanfaatkan ruang terbatas yang ada; penempatan softscape yang berlebihan dan dipaksakan, bakal mengacaukan keteraturan. Ini tidak sesuai dengan prinsip desain minimalis.
Itu sebabnya, pemakaian elemen keras pada desain taman rumah subsidi, seperlunya saja. Dengan kata lain, yang fungsional saja. Adapun, elemen keras dekoratif yang bisa ditambahkan pada kondisi taman rumah subsidi, yaitu: Lampu taman (model apapun), kolam ikan berukuran proporsional, dan jalan setapak (material bebatuan, kayu, vinyl).




