cara renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai

Cara Renovasi Rumah 1 Lantai Menjadi 2 Lantai yang Aman

Cara renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai sebenarnya lebih teknikal alias urusan para profesional di bidangnya.

Namun, informasi tentang cara renovasi rumah menjadi 2 lantai, sebaiknya diketahui dan dipahami betul, agar ketika berkonsultasi dengan profesional, anda tidak buta informasi; lebih gampang mengerti apa yang nanti dijelaskan. Dengan begitu, anda pasti lebih siap menjalani proses renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai dengan nyaman, aman, dan mungkin saja lebih hemat biaya.

Cara Renovasi Rumah 1 Lantai Menjadi 2 Lantai

Berikut, 7 cara renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai yang aman versi SETUKANG.

Renovasi atau Membangun Baru?

Cara renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai, konteksnya itu renovasi, bukan membangun rumah baru. Ini artinya, tidak terjadi pembongkaran total. Renovasi dan membongkar total itu jelas berbeda.

Membongkar total struktur bangunan lama, dan lalu membuat pondasi baru, ini akan memakan biaya besar. Apalagi, jika konstruksi bangunan lama sebenarnya telah dipersiapkan untuk dapat membangun lantai 2. Ingat, membuat pondasi yang sesuai peruntukannya, merupakan salah satu komponen biaya termahal dalam membangun sebuah rumah.

Jadi, pastikan terlebih dahulu, anda mau membangun rumah baru dengan cara merobohkan semua struktur bangunan lama, ataukah hendak merenovasi rumah lama menjadi bertingkat 2.

Jasa Kontraktor Berpengalaman, Aman!

Tidak untuk mengecilkan peran dan kualitas tukang yang biasa membangun rumah dari nol, bahkan hingga berlantai 2. Tetapi, cara renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai yang jauh lebih aman dan profesional, idealnya menggunakan jasa kontraktor berpengalaman di bidang ini.

Carilah perusahaan konstruksi (kontraktor) lokal berpengalaman. Semakin dekat posisi kantor mereka dengan hunian anda, semakin bagus. Sebab, tentu biaya jasa mereka akan lebih murah dibandingkan dengan kontraktor yang berada sangat jauh dengan rumah anda; jarak tempuh bisa jadi komponen biaya yang menjadikannya lebih mahal.

Perusahaan konstruksi yang telah eksis lama dan berpengalaman, biasanya mempekerjakan pula para arsitek dan desainer interior, dan atau setidaknya bekerjasama dengan keduanya, sehingga pelayanan kepada pemilik rumah dapat melalui ‘satu pintu’ saja. Terkait desain rumah dan tampilan interior yang seperti apa, dapat langsung dikonsultasikan dengan perusahaan kontraktor sipil yang sama.

Sebelum bertemu dengan pihak kontraktor sipil ini, lakukanlah riset kecil terhadap reputasi mereka. Alangkah lebih bagus, jika anda dapat menemukan testimoni pemilik-pemilik rumah dan gedung yang pernah menggunakan jasa mereka.

Memperkuat Pondasi, Harus itu!

Pembuatan pondasi merupakan salah satu komponen berbiaya tinggi dalam pembangunan sebuah rumah. Itu sebabnya, anda beruntung apabila rumah yang anda tempati sekarang, sedari awal pondasinya telah dibuat untuk siap membangun lantai kedua. Perihal pasti dan detil soal ini sebenarnya dapat dilihat pada gambar desain dan IMB rumah anda.

Anggaplah data teknis tersebut tidak ada, maka pengecekan manual dilakukan, dengan cara menggali setidaknya 2 titik pondasi di luar rumah, guna mengecek kedalamannya. Selain kedalaman pondasi, sloof, kolom dan ring balok pun dicek sekaligus.

Jika pondasi rumah anda telah dipersiapkan untuk lantai 2, maka kedalaman pondasi minimal 1 m pada tanah yang stabil. Tentu, lebih dalam lagi, lebih kokoh. Khusus pada hunian yang berada di dataran tinggi, labil, dan karenanya rawan terhadap gempa, kedalaman pondasi akan lebih kokoh dan aman bila di atas 1 m; bahkan ada yang mencapai 4 m.

Selain kedalaman pondasi tersebut, cara renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai, biasanya menggunakan kombinasi pondasi batu kali dan cakar ayam, dengan spesifikasi umum di antaranya:

– Ukuran tiang (kolom) 15×40 cm

– Balok 15×35 cm

– Besi (tulang utama) berukuran 12 mm (6-8 buah)

– Begel ukuran diameter 8 mm

– Jarak antar begel 20 cm; ketebalan cor 1,5 cm dari begel terluar

– Kolom pipih ukuran variatif, khusus ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, toilet, dll

Sekali lagi, proses membangun lantai kedua akan jauh lebih cepat, dan hemat biaya apabila spesifikasi umum untuk lantai 2 yang terurai di atas, telah diterapkan pada rumah anda sejak awal dibangun.

Apabila spesifikasi seperti itu belum terpenuhi, proses penguatan pondasi dengan segala kaitannya tersebut, harus dilakukan secara tricky, yakni pondasinya ‘disuntik’ lebih dalam dari sebelumnya (pondasi rumah 1 lantai kedalamannya di kisaran 50-70 cm). Sedangkan, spesifikasi lainnya yang tersebut di atas pun, ditambah atau dibuat yang baru.

Vertikal Sebagian, Lebih Murah dan Cepat

Cara renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai dengan budget yang tidak terlampau besar adalah dengan menambah lantai vertikal di salah satu ruang saja, misalnya di atas area garasi, ruang tamu, dan atau dapur minimalis modern anda.

Jika dilakukan di atas bangunan dapur misalnya, maka anda harus mempersiapkan eksistensi ruangan lain menjadi dapur sementara, selama area dapur dibuat lantai kedua di atasnya. Sehingga, aktivitas mengolah makanan untuk disantap setiap hari, dapat terus berlangsung.

Di samping menghemat biaya, cara renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai pada area tertentu, tidak akan terlalu mengganggu aktivitas kehidupan anda sekeluarga yang bertahan dalam rumah. Inilah cara membangun lantai 2 secara bertahap. Area lain, bisa di kemudian hari dilakukan peningkatan sesuai kebutuhan dan telah tersedianya lagi budget untuk itu.

Baca juga:

15 Tips Renovasi Rumah Hemat Biaya

Selain itu, cara renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai pada sebagian area, terbilang jauh lebih cepat selesai ketimbang membangun lantai 2 secara keseluruhan, karena penguatan pondasi hanya dilakukan pada area tersebut.

Pastikan Perijinan Aman

Sebelum membangun lantai 2, pastikan terlebih dahulu soal perijinan terkait itu aman. Apalagi, bila penambahan lantai 2 dilakukan pada area depan rumah (teras hingga living room). Fasad rumah jelas berubah dalam konteks ini.

Perijinan renovasi rumah dapat sekaligus diurus oleh kontraktor. Atau, anda dapat mengurusnya sendiri.

Baca juga:

6 Tips Renovasi Rumah yang Anti Gagal

Selain itu, cara renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai pun terkait dengan etika lingkungan. Sebaiknya, anda melaporkan rencana tersebut kepada ketua RT setempat, dan tetangga terdekat.

Kenapa mestinya demikian? Sebab, mobil angkut material akan bolak-balik melintas di lingkungan anda. Demikian pula dengan kenyamanan tetangga kanan-kiri, muka-belakang, yang akan terganggu dengan kebisingan bunyi alat pertukangan, dan debu bangunan yang beterbangan.

Aman dengan Material Berkualitas

Cara renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai yang aman dalam jangka panjang, yakni memakai material berkualitas. Gunakan batu bata terbaik untuk dinding, lebih direkomendasikan, baik pada lantai 1 maupun untuk lantai 2.

Ukuran besi yang sesuai kapasitas lantai 2, dan semen merk terbaik, adalah pilihan yang mesti diputuskan pula.

Menggunakan material bangunan berkualitas terbaik memang mahal biaya, tetapi itu sepadan dengan durability-nya. Lebih sedikit dan nihil kemungkinan harus memperbaikinya di masa depan.

Mitigasi Gempa untuk Ketahanan Bangunan

Indonesia terletak di wilayah yang dikenal sebagai lingkaran api Pasifik (Pacific ring of fire), dimana bertemunya tiga lempeng tektonik dunia: Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Itu sebabnya, tidak mengherankan jika kita sering merasakan adanya gempa. Pada beberapa daerah tertentu, magnitudo-nya sangat kuat dan cenderung berulang.

Jadi, cara renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai, jangan hanya tertuju pada bertambahnya fungsionalitas ruangan dan kenyamanan yang bakal dirasakan nantinya. Tetapi juga, pertimbangkan ketahanan bangunan anda dalam jangka panjang pada segala situasi bencana, khususnya gempa bumi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Kontraktor berpengalaman lama di bidang ini lebih tahu bagaimana cara memitigasi resiko gempa tersebut. Jadi, ini bukan sekadar tentang pemilihan kualitas material bangunan terbaik yang digunakan. Tetapi, menyangkut teknis konstruksi bangunan secara holistik, dari sebelum membangun, yakni dengan mengecek kondisi tanah, perancangan pondasi yang kokoh untuk itu, dan pemilihan material konstruksi lantai 2 hingga atap yang tepat.

Penutup

Cara renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai bukanlah perkara sederhana. Tahap-tahapan penting wajib dilalui, guna memiliki rumah bertingkat yang aman, kokoh, fungsional, indah, nyaman, dan durabilitas yang teruji oleh waktu.

Semoga menginspirasi.

Setukang
Setukang