Cara renovasi rumah pada artikel ini merupakan panduan penting sebelum memulai. Menerapkannya dengan hati-hati dan tepat, kemungkinan gagal renovasi, menjadi minimal bahkan nihil.
Menariknya, panduan penting ini berlaku pada cara renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai, cara renovasi rumah type 36, cara renovasi rumah subsidi, dan atau cara renovasi rumah secara bertahap.
Let’s begin…
Panduan Penting Cara Renovasi Rumah Apapun
Anda membutuhkan panduan untuk memulai proses renovasi rumah yang bisa jadi memakan waktu, pikiran, dan biaya yang tidak sedikit. Demi mencapai rumah dambaan yang diimpikan, inilah 12 Panduan Penting Cara Renovasi Rumah Apapun, versi SETUKANG:
1. Apa Tujuan Renovasi Rumah

Setidaknya, terdapat 5 tujuan renovasi rumah, yakni: Menambah fungsionalitas ruangan, pemeliharaan (peremajaan/pembaruan) area dan atau perabotan lama, guna mendapatkan kenyamanan, menambah estetik (keindahan), dan meningkatkan nilai jual properti.
Yang mana di antaranya, yang melandasi keinginan anda merenovasi rumah? Satu-dua di antaranya, ataukah justeru sekaligus semuanya…? Alasan atau tujuan renovasi akan menentukan tahapan-tahapan penting selanjutnya.
Menemukan apa tujuan renovasi akan menentukan cara renovasi rumah anda berlangsung nantinya.
2. Pastikan Skala dan Durasi

Pastikan skala dan durasi renovasi rumah. Skala, terkait dengan besar-kecil renovasi – tergolong minor (kecil) ataukah makro (besar). Skala, juga berhubungan dengan skala prioritas – jika, renovasi rumah tergolong makro – budget terbatas – ada yang mesti diprioritaskan – lainnya, dilakukan bertahap, saat dana tersedia.
Durasi (timeline), terkait berapa lama proses renovasi rumah berlangsung. Mendapatkan kepastian akan hal ini, idealnya diperoleh melalui diskusi dengan pihak profesional (tukang berpengalaman, arsitek, desainer interior, kontraktor).
Mendapatkan durasi pengerjaan, bakal memastikan, apakah anda akan bertahan dalam rumah selama pengerjaan renovasi, ataukah menyewa rumah lain di sekitaran.
Mengetahui besaran dan lama pengerjaan, membuat anda mendapatkan kepastian seperti apa cara renovasi rumah itu akan berlangsung.
Baca juga:
15 Tips Renovasi Rumah Hemat Biaya
3. Temukan Ide Desain

Apabila skala renovasi tergolong besar, yakni menyatukan area dapur dan living room, serta mengubah desain dapur lama misalnya, maka saatnya anda menemukan ide desain dapur: Desain dapur bergaya skandinavian kah, desain dapur kontemporer kah, atau desain dapur minimalis. Lakukan riset kecil via internet terkait itu.
Temukan yang menarik, dan sekiranya cocok diaplikasikan pada dapur anda. Jadi, dalam hal cara renovasi rumah lama menjadi tampak baru, estetik, dan bergaya, anda terlibat dalam usulan ide desain yang nanti mewujud kenyataan. Kendatipun ada pihak profesional, rumah anda kuasa anda. Ide anda dambaan anda. Maka, realisasikanlah!
4. Diskusikan dengan Ahli

Kecuali anda seorang ahli bangunan, adalah keniscayaan untuk berdiskusi (konsultasi) dengan profesional di bidang pembangunan rumah, sebelum renovasi dimulai. Anda akan mendapatkan banyak insight ketika berdiskusi dengan mereka. Sekaligus, menjawab beberapa ketidaktahuan teknis yang tadinya menggelayut di pikiran.
Cara renovasi rumah bisa jadi sederhana (seperti sekadar mengecat kabinet misalnya), tetapi bisa pula sangat kompleks dan rumit. Hanya mata para ahli yang mampu melihatnya, dan mewujudkannya.
5. Pertimbangkan Perijinan

Ketika ada perubahan fasad bangunan, atau sesuatu yang bisa berdampak pada kenyamanan dan keamanan anda sekeluarga, dan bahkan tetangga, anda membutuhkan perijinan bangunan, seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) – dulu disebut IMB (Izin Mendirikan Bangunan) – seperti apa, dan bagaimana mengurusnya, dapat segera clear manakala anda telah berkonsultasi dengan pihak profesional.
Kecuali, pengerjaan renovasi berskala minor, seperti mengecat dinding dan pagar, memasang batu alam pada lantai, dan atau memasang kanopi, itu tidak memerlukan perijinan khusus. Jikapun anda meminta ijin, itu hanyalah perijinan verbal kepada tetangga, lantaran suara berisik alat pemotong baja ringan dan keramik yang cukup mengganggu.
6. Pastikan Anggaran Tersedia

Semua panduan penting cara renovasi rumah di atas hanya akan tinggal keinginan, ide, dan rencana, yang tidak akan menjadi kenyataan apabila anggaran renovasi rumah belum tersedia memadai.
Dengan telah berkonsultasi dengan pihak profesional, Rencana Anggaran Biaya (RAB) sudah bisa terestimasi. Rumah apapun dan renovasi yang bagaimanapun itu, idealnya selalu menyiapkan anggaran cadangan, setidaknya 15% hingga 20% dari RAB. Ini upaya berjaga-jaga manakala harga material bangunan naik tanpa permisi.
7. Kerjakan Sendiri atau Pakai Ahli

Peremajaan (pembaruan) ringan seperti mengecat dinding, kitchen set, pagar rumah, dan atau railling dan baluster pada tangga, tidak harus menggunakan jasa para ahli. Anda bisa mengerjakannya sendiri bersama anggota keluarga. Seru dan fun! Ini akan menghemat biaya renovasi rumah.
Lain halnya, apabila renovasi rumah itu mesti merobohkan salah satu dinding, dan atau berkaitan dengan kelistrikan dan plumbing misalnya. Kendatipun (mungkin) anda merasa bisa, sebaiknya serahkanlah proses pengerjaan yang seperti itu kepada ahlinya.
Mengetahui cara renovasi rumah secara teknikal, seperti memahami via internet bagaimana cara memasang pipa air di kamar mandi misalnya, boleh jadi menyemangati diri untuk mencoba. Dalam contoh ini, tidak ada salahnya dicoba.
Sekali lagi, rumah anda kuasa anda. Namun ingat, anda bukan ahli di bidang ini, kendatipun itu terlihat sangat sederhana. Sebab, kesalahan instalasi, bisa jadi apa yang direnovasi malah tidak jadi-jadi. Rugi waktu. Rugi uang. Dan, mungkin bisa melukai diri.
8. Persiapan Pra-Renovasi

Penting untuk mempersiapkan segala sesuatu yang bakal terkena dampak renovasi. Misalnya, renovasi pada lantai ruang tamu hingga ruang keluarga – mengganti keramik biasa berukuran 30×30 cm dengan granit 60×60 cm. Maka, semua perabotan rumah (furniture, elektronik, dll) di area itu harus digeser-geser, dan atau dipindahkan sementara posisinya.
Nah, dibutuhkan persiapan dan kecermatan dalam mengerjakan semua itu. Terburu-buru dan serampangan, hanya akan merusak segalanya.
Contoh renovasi lantai rumah di atas, sudah cukup merepotkan, apalagi jika satu-dua dinding harus dibongkar untuk membangun ruangan baru, maka semua perabotan pada beberapa ruangan harus dipindahkan ke ruangan lain. Sementara, anda dan keluarga bertahan dalam rumah.
Cara renovasi rumah tidak melulu pekerjaan para tukang. Anda dan keluarga pun akan terlibat dalam melakukan apa yang harus dilakukan, termasuk mengangkat perabotan, menyimpan dalam kardus, memindahkannya, dan nanti menatanya kembali. Salah satu solusi untuk ini, yaitu membuat checklist perabotan yang terdampak. Kelompokkan dalam kategori tertentu. Lebih jelas tentang ini, lihat di SINI.
9. Renovasi Dimulai, Kontraktor Bertindak

Cara renovasi rumah yang tinggal tahu beres, yakni serahkan pada ahlinya saja. Ini bila dengan mantap anda menyerahkan proses renovasi rumah pada kontraktor. Pada kondisi ini, anda akan sangat terlibat di awal proses, yakni penyampaian ide (imajinasi), akan seperti apa desain ruang tamu yang anda impikan, dan atau dekorasi ruang keluarga minimalis bagaimana yang ingin diterapkan pada interiornya. Inilah konsultasi dengan ahli yang telah disinggung pada poin 4.
Singkatnya, biarkan kontraktor bertindak melakukan pekerjaannya. Tak usah ikut campur dalam sedikit atau banyak hal yang merupakan bagian dari pekerjaan mereka. Anda tinggal menunggu laporan rutin progress renovasi, sampai akhirnya keseluruhan renovasi rumah tuntas.
10. Pengecekan Akhir

Kontraktor, dan atau tukang melaporkan, bahwa renovasi rumah anda sudah selesai. Saatnya anda bertindak. Inilah pengecekan terakhir. Cek lah semua bagian yang direnovasi tersebut. Jangan ada area sekecilpun yang terluput dari pengecekan ini.
Apabila ada bagian-bagian yang tidak sesuai dengan kemauan anda, padahal telah tertuang dalam kesepakatan, komplain lah! Minta diperbaiki sebagaimana mestinya.
Tahapan pengecekan akhir tersebut merupakan salah satu panduan penting cara renovasi rumah apapun. Penting dilakukan sendiri oleh anda, agar tidak menyesal mendapati kemudian hasil kerja renovasi, yang ternyata tidak bagus dan malfunction.
11. Selesaikan Puing!

Dalam urusan membangun rumah baru, dan atau renovasi rumah, akan selalu menghasilkan sampah, atau sisa-sisa material yang tidak terpakai. Puing bangunan, adalah istilah lain untuk itu. Semakin besar skala renovasi rumah, semakin bertumpuk pula puing yang dihasilkan.
Pikirkan dan temukan solusi hemat biaya untuk menyelesaikan puing tersebut, bahkan sebelum renovasi dimulai.
12. Menata Kembali

Anda sudah melewati waktu-waktu yang sangat tidak nyaman dan melelahkan. Semua tahapan renovasi rumah telah dilalui. Saatnya kini, menata kembali perabotan anda.
Checklist perabotan bisa dibuka kembali. Utamakan terlebih dahulu, menempatkan perabotan yang berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, tempatkan piring dan gelas pada tempatnya. Begitu pula dengan rice cooker, dan peralatan masak lainnya. Peralatan mandi pun bisa menjadi prioritas berikutnya. Setelah semua itu, posisi sofa, barang elektronik, dan dekorasi bisa ditata.
Panduan penting cara renovasi rumah, termasuk pada tahap akhir ini. Semakin bagus anda mengaturnya sesuai dengan yang disinggung pada poin 8, semakin mudah pula anda menyelesaikan tahapan akhir ini.
Penutup
Cara renovasi rumah apapun dapat berjalan dengan hasil akhir yang sesuai dengan yang dibayangkan sebelumnya, asalkan semua proses dan tahapan di atas dikerjakan dengan benar dan tepat.
Semoga menginspirasi!




