tips renovasi rumah

6 Tips Renovasi Rumah yang Anti Gagal

Tips renovasi rumah penting untuk anda ketahui, agar anda mempunyai dasar pengetahuan seputar tahapan (langkah) utama yang akan dilalui dalam proses renovasi rumah. Ini akan sangat bermanfaat saat menyampaikan ide dan keinginan anda kepada pihak profesional terkait (arsitek dan kontraktor). 

Menjalani beberapa tips renovasi rumah yang umum ini, mengurangi resiko gagal meraih visi renovasi rumah yang anda dambakan.

Apa itu Renovasi Rumah

Renovasi rumah adalah sebuah upaya pembaharuan fisik bangunan, baik itu sekadar untuk memperindah interior dan eksterior, bahkan perubahan total struktur bangunan, dengan 5 tujuan utama, yakni: Meningkatkan fungsionalitas ruangan (efisiensi), peremajaan (pemeliharaan), kenyamanan, estetika, dan menaikkan nilai jual rumah.

Tips Renovasi Rumah

Tips renovasi rumah versi SETUKANG yang tersaji dalam artikel ini akan membuat anda memahami ruang lingkup renovasi rumah yang sukses alias anti gagal. Sejumlah tips renovasi rumah di bawah ini berlaku untuk renovasi sebagian, hingga dengan perombakan denah bangunan (struktur rumah).

1. Perencanaan Matang

Dalam rangkaian langkah renovasi rumah, perencanaan merupakan faktor pra-eksekusi yang teramat penting. Pada tahap ini, sebaiknya dipastikan setidaknya salah satu, dan atau ke-5 tujuan utama renovasi rumah yang tersebut di atas menjadi alasan untuk memulai. Jadi, bukan faktor gengsi misalnya, lantaran melihat tetangga kanan-kiri, sudah merenovasi total rumahnya.  

Perencanaan renovasi rumah yang matang sebaiknya melibatkan orang yang ahli dalam bidang pembangunan rumah, seperti seorang kepala tukang berpengalaman, bahkan arsitek dan kontraktor.

Berdiskusi dengan para pihak ini tidak sekadar tersampaikannya ide anda guna mewujud konklusi yang siap eksekusi, tetapi sejumlah hal terkait dapat pula dituntaskan, seperti menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB), pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) – dulu disebut IMB (Izin Mendirikan Bangunan) – ini diharuskan manakala fasad rumah berubah total. Dan, pada saat kapan anda harus pindah, serta memastikan timeline-nya.

Diskusi dengan para profesional jasa bangunan, sedikit-banyak akan memberikan gambaran besar kepada anda, bagaimana sebenarnya cara renovasi rumah secara bertahap itu. Jadi, anda bukan cuma mengetahui tips renovasi rumah semata.  

2. Membereskan Perabotan

Merenovasi rumah tidak lantas ‘mengorbankan’ perabotan yang sudah ada, yang masih pantas digunakan kembali. Inti dari tips renovasi rumah pada poin ini, yaitu membereskan perabotan sebelum renovasi rumah. Tahapan ini tidak sepele!

Perabotan harus diamankan terlebih dahulu, sebelum timeline (jadwal renovasi rumah) dimulai. Langkah ini membutuhkan waktu tidak sebentar. Apalagi, jika renovasi rumahnya, total – ini bahkan bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu – ada proses packing barang yang baik dan mesti nihil dari kerusakan sedikitpun

Solusi kecil berdampak besar dari tahapan ini, yaitu membuat daftar periksa (checklist). Buatlah checklist semua barang yang ada di rumah anda – lebih baik, kelompokkan dalam kategori tertentu, seperti pakaian, barang pecah belah (glassware), elektronik, furniture, dll – barang yang mana yang membutuhkan kardus, mana yang tidak perlu – dengan mobil apa diangkut-turunkan – di mana ditempatkan sementara – checklist semuanya!

Berhasil mengatasi langkah ini secara presisi, meminimalisir keribetan, kelelahan, dan stress pra-eksekusi renovasi.

3. Pembongkaran Area Renovasi

Pada tips ke-3 ini, para ahli mulai bekerja. Ini untuk renovasi rumah secara makro. Anda sudah membayar jasa mereka sesuai kesepakatan awal. Biarkan mereka bekerja. Kecuali, renovasi rumah hanya area mikro, yang tidak mengganggu kekuatan struktur bangunan, anda bisa melakukan pembongkaran mandiri, dalam rangka mengurangi biaya renovasi rumah misalnya.

Baca juga:

15 Tips Renovasi Rumah Hemat Biaya

Apabila anda menggunakan jasa kontraktor, karena renovasi bersifat makro, maka serahkan semuanya kepada mereka, termasuk soal progress report. Kontraktor berpengalaman tahu bagaimana melaporkan perkembangan renovasi rumah kepada anda.

Namun, anda dapat pula mengusulkan kepada sang kontraktor untuk selalu dapat menerima bentuk laporan umum secara harian via media sosial anda, dan laporan secara detail pada tiap akhir pekan. Tidak ada yang terlalu baku dan kaku dalam hal ini. Rumah anda, kuasa anda!   

Jadi, poin ke-3 dari tips renovasi rumah ini bisa dibilang merupakan ‘wilayah kerja’ para ahli di bidangnya. Anda bisa memonitor langsung kemajuannya apabila tidak pindah; jika anda harus pindah kediaman sementara yang berdekatan jarak, sesekali datang untuk melihat progress-nya, bisa dilakukan, dan atau pantau saja via laporan yang datang berkala. Dan, tinggal tunggu saja rumahnya selesai direnovasi, untuk selanjutnya siap menjalani tips renovasi rumah berikutnya.

4. Menata Kondisi Baru

Tips renovasi rumah yang ke-4 ini merupakan proses menata kondisi baru, baik itu renovasi rumah sebagian maupun secara total. Menata kondisi baru, artinya menempatkan komponen-komponen penting pada posisi yang diinginkan. Tapi, ini belum finishing, dalam arti menata ulang perabotan rumah pada tempatnya, yang pada poin 2 telah ‘dibereskan’ sebelumnya.     

Bila hanya satu-dua dinding yang dibongkar, maka tahapan menata ulang ini dapat meliputi pekerjaan seperti: Pembangunan dinding baru, penempatan kelistrikan dan ledeng (plumbing) pada posisi barunya, peletakkan kitchen set beserta kelengkapan penunjangnya, dan atau pemasangan elemen interior lainnya.

Sekadar diketahui, untuk hal itu, apabila dinding akan dilakukan finishing cat, maka pihak profesional akan ‘menutup’ kitchen set dan kelengkapannya (kompor, sink, dll) itu dengan kertas koran dan atau plastik, agar terhindar dari noda cat dan kotoran lainnya.  

Sedangkan, untuk renovasi rumah secara total, langkah menata ulang berarti dimulainya pekerjaan membangun struktur bangunan yang sesuai dengan desain rumah yang telah disetujui di awal. Pada langkah ini, ketika semua dinding telah berdiri kokoh (belum diplester), pekerjaan ‘di balik layar’ dimulai, yakni pemasangan instalasi listrik dan plumbing.

Usai itu, biasanya akan diikuti dengan pekerjaan pemasangan struktur atap, lalu plesteran dinding pun dapat dimulai bersamaan. Dan, pengecoran serta pemasangan alas (batu alam, keramik, parket kayu, dll) lantai bisa dimulai setelah dinding diplester.

Sejumlah pekerjaan yang disinggung dalam tips renovasi rumah ini, khususnya pada poin 3 dan 4, merupakan bagian dari langkah demi langkah cara renovasi rumah. Silakan menuju pada artikelnya.

5. Pengecekan Akhir

Tips renovasi rumah pada poin ini tidak juga sepele. Ini menyangkut kepuasan terkait hasil keseluruhan pekerjaan renovasi.

Inilah saat untuk mengecek ulang semua pekerjaan renovasi – apakah semua sesuai dengan ide dan keinginan anda, yang telah disepakati dalam perjanjian kerjasama dengan pihak profesional.

Apabila ditemukan sekecilpun ‘kesalahan’ dan atau kekurangan renovasi, anda berhak mengajukan komplain, guna diperbaiki sesuai yang semestinya. Pada tahap ini, sebagai pemilik rumah, anda harus menyediakan waktu khusus untuk ini; memeriksa secara detil inchi demi inchi.

Apabila anda sudah mengecek dan memastikan semuanya oke, maka sebenarnya perjanjian kerjasama proyek dengan pihak profesional sudah berakhir. Kecuali, para pihak membuat klausul khusus, seperti adanya garansi perbaikan bila masih ditemukan malfunction, dan atau kekurangan hasil renovasi, pasca ditempati selama durasi tertentu – komplain dapat anda ajukan kepada pihak profesional untuk segera memperbaikinya.

Tips renovasi rumah pada poin ini merupakan akhir dari pekerjaan para profesional, sekaligus awal dari sesuatu yang baru. Rumah lama anda menjadi tampak baru kini, segar, estetik, nyaman, dan memberikan fungsionalitas lebih banyak.

6. Menata Ulang Perabotan

Inilah tips renovasi rumah yang terakhir. Anda sudah memulai dengan baik dan presisi pada langkah nomor 2, karena adanya daftar cek yang rapi. Kini, saatnya membuka kembali daftar cek tersebut.

Mengeluarkan dari dus, dan menempatkan kembali segala perabotan rumah tidak usah terburu-buru. Mulailah dengan perabotan yang sangat dibutuhkan dalam menyelenggarakan kehidupan sehari-hari.

Sekadar tips, yang pertama, mengeluarkan barang pecah belah berupa piring, gelas, sendok-garpu, rice cooker, dan peralatan masak lainnya, diletakkan pada kitchen set yang telah terpasang sebelumnya pada poin 4. Perabotan fungsional berukuran besar yang terkait ini, yaitu kulkas, bisa menjadi salah satu yang pertama ditata pada desain dapur minimalis modern, hasil renovasi rumah anda.

Selanjutnya, misalnya mengeluarkan dan menempatkan gayung, sabun, dan perlengkapan MCK di kamar mandi. Berikutnya, menempatkan ranjang tidur dan perlengkapannya. Perlengkapan besar dan berbobot berat lainnya, menyusul ditata, seperti lemari pakaian, meja TV, kursi-kursi, meja dapur, dll.

Terakhir, pemasangan gordyn, memasukkan pakaian pada lemari, menempatkan ulang benda-benda berharga ke kabinet TV, memasang dekorasi dinding, dll, bisa dilakukan.

Urut-urutan dalam menata ulang perabotan tersebut, dapat dilakukan secara acak. Tidak kaku dalam hal ini. Namun, prinsipnya utamakan terlebih dahulu yang akan berhubungan dengan kebutuhan hidup sehari-hari.

Sisanya, dapat anda atur tata ulang secara bertahap. Dalam hal ini, semakin banyak anggota keluarga yang terlibat, semakin cepat selesai penataannya – membuat checklist daftar kerja anggota keluarga, bisa jadi membantu mempercepat proses yang cukup melelahkan ini.

Kesimpulan

Tips Renovasi Rumah yang utama ini mesti dilakukan secara berurutan, langkah demi langkah, tidak boleh acak. Konsistensi ketat pada tahapannya, meminimalkan resiko gagal renovasi. Dengan kata lain, ke-6 langkah renovasi rumah tersebut, anti gagal pada eksekusinya di rumah anda, apabila semua itu dijalani secara bertahap.

Setukang
Setukang