Mengerjakan proyek elevasi (membuat lantai vertikal baru), menjadi solusi tunggal perluasan (ekspansi) ruang pada hunian perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan kosong. Konsekuensinya, biaya renovasi rumah 2 lantai lebih mahal ketimbang ekspansi ruang secara horisontal.
Tentu saja, keputusan untuk membuat rumah memiliki lantai ke-2, pastilah didasari pada sebuah tujuan. Salah satunya, tujuan fungsional, yakni guna mendapatkan ruangan yang lebih banyak, yang bisa mengakomodir kebutuhan penghuninya. Terkait ini, silakan lihat artikel 5 Tujuan Renovasi Rumah Sederhana. Bersiaplah!
Solusi Hemat Biaya Renovasi Rumah 2 Lantai
Secara umum, terdapat 2 cara aman dalam merenovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai. Masing-masing cara, pasti memakan biaya yang tidak sedikit. Singkatnya, dengan skala yang sama, biaya renovasi rumah secara vertikal lebih mahal ketimbang horisontal.
Bila rencana sudah bulat, karena memang lahan terbatas, dan fungsionalitas menjadi pemicu, maka siapkanlah diri dan dana anda untuk proyek renovasi rumah 2 lantai ini.
Berikut, 3 solusi hemat yang bisa dipertimbangkan sebelum mewujudkan proyek besar ini:
1. Tanpa Membongkar Total

Renovasi rumah konteksnya perbaikan dan ekspansi ruang, bukan membongkar total dan membangun lagi dari nol. Apabila, makna terakhir yang mendasari, itu berarti bukan renovasi. Ini membangun rumah baru, dengan konstruksi baru dari lahan yang lama. Biaya proyek semacam ini, pada hari ini, sangatlah mahal.
Renovasi rumah 2 lantai yang dimaksud pada artikel ini, yaitu ‘meningkatkan’ rumah tanpa membongkar semua badan rumah. Denah atau struktur dasar rumah awal, tidak diubah sama sekali. Kalau diubah denahnya, itu berarti menambah pondasi baru. Ingat, membangun pondasi tingkat, merupakan salah satu komponen berbiaya mahal dalam membangun dan atau merenovasi rumah.
Karena rumah lama (tipe 36 misalnya), belum berpondasi standar untuk rumah 2 lantai, maka solusinya, semua titik pondasi ‘disuntik’ – melakukan penggalian pondasi, dan menambah kedalamannya untuk disesuaikan dengan standar pondasi tingkat. Beberapa elemen penting terkait itu, seperti sloof, kolom dan ring balok, juga disesuaikan skala/ukurannya. Lebih detil terkait ini, silakan lihat di SINI.
Menyuntik pondasi untuk mencapai standar rumah tingkat, memang memakan biaya, tetapi itu jauh lebih murah ketimbang membongkar total, dan membangun struktur baru dari nol. Namun ingat, pekerjaan tricky pada pondasi ini, jangan diserahkan kepada yang bukan ahlinya – sedikit lebih mahal membayar jasa pemborong (kontraktor) berpengalaman, itu lebih baik dan aman, daripada membayar jauh lebih murah, tetapi dengan resiko gagal bangun dan membahayakan diri.
2. Renovasi Rumah 2 Lantai Sebagian

Salah satu cara hemat biaya, namun dengan tetap tercapainya sebagian ruang fungsional, yakni merenovasi rumah 2 lantai sebagian. Lantai vertikal sebagian itu bisa dimulai dari lahan kosong di belakang rumah. Tentu, ini membangun pondasi baru berstandar tingkat. Jadi, 2 lantai sekaligus dibangun di area belakang.
Cara renovasi rumah 2 lantai yang sama pun bisa diterapkan mulai dari teras depan. Bisa full area kosong di depan rumah, yakni area teras (carport) dan taman berada, dan atau setengah dari bagian itu – area pada taman saja, misalnya.
Renovasi rumah 2 lantai sebagian, bagaimanapun juga lebih hemat biaya daripada membangun lantai 2 di atas keseluruhan bangunan lama, termasuk dengan lahan kosong yang ada; renovasi rumah 2 lantai sebagian, pun lebih cepat selesainya. Nanti, apabila dana sudah memadai lagi di waktu ke depan, tahapan kedua untuk lantai 2 seluruh bangunan, dan atau sebagian lagi, bisa dilakukan.
Baca juga:
15 Tips Renovasi Rumah Hemat Biaya
Renovasi rumah 2 lantai sebagian atau bersifat zonasi ini, juga menguntungkan dalam komponen biaya lain, yakni anda dan keluarga tidak harus menyewa rumah di sekitar, selama berbulan-bulan, sementara proses pembangunan keseluruhan lantai 2 berjalan – anda dan keluarga bisa bertahan pada lantai 2 yang sudah dibangun sebagian sebelumnya.
3. Lantai 2 Kayu (Daerah Tertentu)

Salah satu cara lebih hemat membangun lantai 2 pada sebuah rumah, yakni tidak menggunakan material beton pada lantai 2. Seluruh lantai 2 dibangun dengan bahan kayu, atau disebut dengan rumah kayu.
Rumah kayu masa kini itu sistem perancangannya knock down. Apa itu rumah knock down? Rumah knock down adalah rumah pasang-bongkar yang perancangannya sangat cepat. Sesuai namanya, dapat dipasang berdasarkan ukuran yang dibutuhkan, dan dapat pula dengan singkat dibongkar, untuk kemudian dipindahkan ke tempat lain. Penyebutan lain untuk rumah kayu knock down ini, yaitu rumah modular.
Apabila domisili anda bukan di Jakarta, dan atau beberapa kota besar di Indonesia (Surabaya, Bandung), maka cara renovasi rumah 2 lantai dengan memasang rumah kayu, bisa dipertimbangkan sebagai alternatif – biayanya lebih murah daripada material beton.
Dengan kata lain, renovasi rumah 2 lantai berbahan beton untuk kota-kota besar tersebut, lebih worth it ketimbang rumah kayu. Sebab, ketersediaan material kayu tidak mudah diperoleh saat ini, apalagi kayu berkualitas terbaik.
Merenovasi rumah 2 lantai berbahan full kayu, jauh lebih cepat selesai proyeknya, tanpa polusi debu material bangunan, lebih ringan, adem, murah biaya, dengan hasil akhir yang estetik dan bergaya.
Penutup
Renovasi rumah 2 lantai yang lebih hemat biaya, setidaknya terurai dalam tiga solusi. Pertimbangkan dengan matang, dan pilihlah solusi terbaik menurut anda; tujuan renovasi rumah terwujud, tanpa mesti menggerus banyak uang.Semoga menginspirasi.




